CARA MENGISI JAM KOSONG
SUPAYA SISWA TETAP PRODUKTIF
Salah satu pemicu kenakalan dari siswa
selain faktor lingkungan di rumah atau teman bermainnya, kenakalan ini bisa
juga dipicu dari pihak sekolah itu sendiri. Disekolah salah satu yang mungkin
saja jadi pemicu kenakalan siswa ialah adanya jam
kosong. Bapak/Ibu Guru pasti sudah nggak asing dong dengan jam kosong? Biasanya jam kosong itu terjadi karena guru yang mengampu suatu mata pelajaran di jam tersebut tidak bisa hadir di kelas. Apakah Bapak/Ibu Guru pernah membayangkan bagaimana reaksi mereka? Kata seperti “Horeee….” atau bahkan “Asyiiikk….” menjadi sebuah ucapan yang memang lazim terjadi.
kosong. Bapak/Ibu Guru pasti sudah nggak asing dong dengan jam kosong? Biasanya jam kosong itu terjadi karena guru yang mengampu suatu mata pelajaran di jam tersebut tidak bisa hadir di kelas. Apakah Bapak/Ibu Guru pernah membayangkan bagaimana reaksi mereka? Kata seperti “Horeee….” atau bahkan “Asyiiikk….” menjadi sebuah ucapan yang memang lazim terjadi.
Namun, di balik
kata-kata tersebut, mungkinkah muncul bibit-bibit kenakalan remaja? Sangat
mungkin. Tidak jarang siswa yang berada di jam kosong tersebut meninggalkan
kelas. Entah pergi ke kantin atau perpustakaan. Kalau hanya pergi ke kantin
atau perpustakaan masih bisa dimaklum. Hanya saja ditakutkan, jika kebiasaan
jam kosong tetap ada, mungkin saja siswa-siswa melakukan hal yang sia-sia.
Di sini diperlukan
peranan guru piket yang notabene menjadi guru pengganti saat jam kosong itu ada
di sebuah kelas. Berhubung terbatasnya jumlah guru piket yang bertugas. tidak
jarang jika ada beberapa kelas yang memiliki jam kosong bersamaan hanya
diberikan tugas mencatat atau mengisi LKS. Apakah efektif?
Rasanya tidak akan
berjalan efektif untuk mengondusifkan kelas jika menggunakan cara konvensional
seperti itu. Jika Bapak/Ibu Guru kebetulan bertugas menjadi guru piket, maka
tidak ada salahnya mengisi jam kosong tersebut dengan cara mengajak berdiskusi.
Anda juga harus mempertimbangkan tema diskusi yang sesuai dengan jenjang
mereka. Jangan sampai anak kelas 7 diminta membahas tentang sempitnya lapangan
pekerjaan.
Bapak/Ibu Guru bisa
menggunakan surat kabar bekas 1 atau 2 hari yang lalu. Anda bisa membagi ke
dalam beberapa kelompok yang kemudian tiap kelompok dibagikan surat kabar. Tiap
kelompok itu kemudian menentukan tema dan sesuai kesepakatan bersama,
diadakanlah sebuah diskusi. Secara nggak langsung, Anda mengasah kemampuan
kognitif para siswa supaya berani berpendapat di muka umum.
Sekali lagi, sangat
disayangkan jika jam kosong ini tidak sebanding dengan alokasi guru piket yang
tidak sebanding. Banyaknya guru yang mencari tambahan jam mengajar di luar
sekolah menjadikan jam kosong ini rasanya sulit untuk dihilangkan. Oleh karena
itu, peran guru piket sangat diharapkan bisa membuat jam kosong itu tetap
produktif.
Rasanya untuk
membangun produktivitas siswa lebih efektif jika dilakukan secara privat. Nah
Ruangguru menghadirkan solusinya. Bagi Bapak/Ibu Guru yang berminat menjadi
guru privat sesuai bidang dan kemampuannya, bisa langsung bergabung di ruangles
lho. Dengan bergabung di ruangles, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan
dari mengajar privat.
Sumber: INFOKEMENDIKBUD.COM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar